Perlunya Senior Menutup Buruknya Junior

November 23, 2008

4863952379a5920687955ml

Perebutan pemain – pemain muda berbakat saat ini mungkin sedang menjadi trend bagi banyak klub sepak bola di Liga Eropa maupun di liga – liga di belahan Bumi lainnya. Bahkan ada beberapa klub besar yang sangat didominasi pemain – pemain muda. Arsenal contohnya, jarang sekali klub satu ini membeli pemain senior. Kebanyakan uang yang digunakan Arsenal untuk transfer pemain hanya digunakan untuk membeli pemain – pemain muda. AC Milan yang dahulu dipenuhi dengan pemain – pemain tua senior pun mulai mengejar pemain – pemain muda seperti Pato dan Flamini layaknya Arsenal.

Sebenarnya apa yang menyebabkan itu terjadi? Ya, para pemilik klub merasa pemain muda dapat memberi hasil yang positif bagi klub tanpa biaya yang mahal alias penghematan pengeluaran sebuah klub. Hal itu disebabkan pemain – pemain muda memiliki harga yang relatif murah untuk sebuah klub sepakbola kelas dunia. Contohnya Theo Walcott yang dibeli Arsenal, saat Arsenal memboyongnya, harga yang dipatok sangat rendah. Dan hasilnya pun sangat luar biasa, penampilan Walcott benar – benar memukau dan pada usianya yang ke – 19 dia sudah dapat masuk timnas.

Namun, benarkah dengan pemain – pemain muda itu sebuah tim dapat menjadi sebuah tim yang sangat hebat? Masih perlukah pemain senior dalam sebuah tim, ataukah sudah tidak perlu? Hal itu serasa dijawab oleh Arsenal. Sabtu (22/11) Arsenal yang menjamu Manchester City remuk redam 3 – 0. Pada saat itu hampir semua pemain yang dipasang Arsene Wenger pelatih dari Arsenal adalah darah – darah muda. Itu benar – benar menandakan bahwa pemain – pemain muda masih memiliki beberapa kekurangan. Menurut saya ada beberapa kekurangan yang dimiliki pemain – pemain, yang pertama kurangnya pengalaman dalam bermain, sehingga dalam kondisi tertinggal pemain – pemain muda itu belum bisa mengkondisikan dan mengembalikan mental juang mereka. Kedua kurangnya mental tempur dalam sebuah tim. Ketiga biasanya pemain muda belum memiliki body yang bagus untuk melawan pemain – pemain senior. Keempat jiwa pemain muda biasanya belum stabil, terkadang hal itu menyebabkan pemain – pemain muda itu terbawa permainan dan mudah emosi.

Mungkin beberapa alasan itu dapat menandakan bahwa seorang senior masih dibutuhkan untuk sebuah tim. Walaupun energi yang dimiliki pemain senior sudah tak sehebat pemain – pemain muda itu, pengalaman yang dimilikinya sangat banyak. Dalam sebuah pertadingan senior diperlukan untuk mengangkat semangat juang tim, mengatur pemain – pemain tim lainnya, dan menasehati rekan – rekan muda mereka.

Entry Filed under: Olahraga. Tag: , .

5 Comments Add your own

  • 1. suwung  |  November 23, 2008 at 2:28 am

    diriku senior apa yunior ya dalam sepak bola

  • 2. gudangan  |  November 23, 2008 at 8:48 am

    Wah, sekarang isinya bal2an, wis ra mudeng aku…
    Gak pernah liat lagi, T_T

  • 3. Rajawali kecil  |  November 23, 2008 at 9:08 am

    Saya kira hal ini tdk berlaku hanya dalam dunia sepak bola tapi dalam berbagai bidang kehidupan lainnya juga, blogging misalnya :)

  • 4. yoyonatech.fansberry  |  Maret 27, 2009 at 12:49 am

    hmmm, punya duid og buat beli pemain,,, mending buat nglamar anak orang buat masa depan,,,, wekekke….

    gak donk sepakbola…..

  • 5. suwung  |  April 5, 2009 at 5:58 pm

    diriku biasanya cuman suka ps ajah
    kalo sunguhan kagak mau

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Click to view my Personality Profile page

 

November 2008
S S R K J S M
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blogroll

Kategori

Tulisan Terakhir

Jelajah Web




Klik tertinggi

Last Comment

Jaxon Markell di Kepalsuan Cerita Roro Jon…
I Wayan Adi Marditha di Kepalsuan Cerita Roro Jon…
fitri di Kepalsuan Cerita Roro Jon…
munir di Permainan Arsenal Belum S…
dankere1 di Kepalsuan Cerita Roro Jon…

Blog Stats